Metode Ice Breaking Dan Energizer

Metode Ice Breaking Dan Energizer
Sudah menjadi kebiasaan di setiap pelatihan, ketika memulai melaksanakan sebuah training (latihan) terlebih dahulu dimulai suatu segmen peleburan dan pendahuluan yang kemudian dikenal dengan “Ice Breaking dan Energizer”.

Secara sederhana kedua istilah ini tidak dapat dipisahkan secara jelas, keduanya ibarat dua mata uang logam yang menyatu pada satu kesatuan arti dan mempunyai makna yang sangat signifikan terhadap kesuksesan  dan tercapainya target sebuah pelatihan. Dengan kata lain tak heran bila ice breaking dan energizer menjadi momok yang selalu dibicarakan di antara pengelola training sebagai penentu kesuksesan pelatihan di hari-hari berikutnya.

Pada tulisan yang singkat ini, untuk menjelaskan secara detail mengenai ice breaking dan energizer, penulis sengaja memisahkan antara dua istilah ini. Hal ini bukan dimaksudkan untuk memisahkan makna keduanya, tapi hanya sekedar sistematisnya pembahasan.

Setiap peserta memiliki motivasi yang bervariasi dalam mengikuti sebuah pelatihan. Ada yang ingin menguasai  bidang tertentu, ada yang ingin mempertajam ketrampilan, ada yang sekedar berkumpul bersama teman, dan ada yang mempunyai alasan keterpaksaan. Semua alasan tersebut berdampak terhadap cara menanggapi pembicara dan merespon setiap aktivitas dalam pelatihan. Peserta yang memang bersemangat untuk mendapatkan ilmu akan terus antusias sampai acara berakhir. Disisi lain, ada peserta yang melamun sambil menulis atau menggambar di nota pelatihan, ada yang bercerita dengan peserta lain, serta juga ada yang diam dan tegang tetapi mengantuk. Seribu macam gaya dan ekspresi tersebut perlu dijadikan satu macam gaya saja. Semua peserta ditargetkan  untuk mengarahkan pandangan dan pikirannya ke satu sumber, yaitu pembicara.

Pengertian Ice Breaking
Ice Breaking adalah padanan dua kata Inggris yang mengandung makna “memecah es”. Istilah ini sering dipakai dalam training dengan maksud menghilangkan kebekuan-kebekuan di antara peserta latihan, sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dimungkinkan karena perbedaan status, usia, pekerjaan, penghasilan, jabatan dan sebagainya akan menyebabkan terjadinya dinding pemisah antara peserta yang satu dengan yang lainnya. untuk melebur dinding-dinding penghambat tersebut, diperlukan sebuah proses ice breaking.

Tujuan
Tujuan dilaksanakan ice breaking ini adalah :
a. Terciptanya kondisi-kondisi yang equal (setarap) antara sesama peserta dalam forum training.
b. Menghilangkan sekat-sekat pembatas di antara peserta, sehingga tidak ada lagi anggapan si anu pintar, si anu bodoh, si anu kaya, si anu bos dan lain sebagainya, yang ada hanyalah kesamaan kesempatan untuk maju.
c. Terciptanya kondisi yang dinamis di antara peserta
d. Menimbulkan kegairahan (motivasi) antara sesama peserta untuk melakukan    aktivitas selama training berlangsung.

Metode
Banyak metode yang dapat dilakukan dalam ice breaking ini, di antaranya :
a.  Metode Ceramah, pelatih melakukan terlebih dahulu ceramah pembuka yang pada hakikatnya menjelaskan tentang beberapa hal, antara lain : pentingnya kesatuan dalam suatu komunitas, persamaan hak di antara sesama peserta, perlakukan yang sama,  tim building, kesadaran potensi, kerjasama antar kelompok dll.

b.  Metode Studi Kasus, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta untuk ikut andil memecahkan persoalan-persoalan praktis sehari-hari yang ditawarkan oleh pelatih, tujuannya adalah (1) untuk melihat potensi awal yang dimiliki masing-masing peserta baik dari segi afektif, kognitif maupun psikomotornya.  (2) membiasakan peserta untuk berinteraksi dengan kelompoknya yang baru, dengan bertanya, menanggapi atau mengamati peserta lain. (3) memberikan pengertian bahwa sejak hari itu mereka akan menjadi sebuah keluarga (sanak famili) sampai kapanpun.

c.  Metode Simulasi dan Permainan, metode ini merupakan metode yang paling mudah dilakukan, pelatih mempersiapkan beberapa permainan yang bertujuan untuk memecah kebekuan (ice breaking games) peserta. Permainan ini banyak sekali bentuknya, di antaranya adalah ; permainan lempar bola panas, pesan berantai, tes konsentrasi dan lain-lain. Tujuan simulasi ini adalah (1) terciptanya keakraban di antara peserta. (1) masing-masing peserta dapat menghafal nama dan beberapa identitas penting peserta lainnya. (3) tertanamnya anggapan bahwa mereka adalah satu kesatuan (solidaritas) “bila satu sakit, yang lain akan ikut merasakannya”.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ice Breaking
1.  Seorang pelatih haruslah mempunyai naluri (feeling) khusus yang kuat ketika
melakukan proses ice breaking. Ia harus tahu saat peserta sudah lebur atau belum dan masih harus dileburkan. Ketika peserta belum lebur namun ice breaking sudah dihentikan, hal ini akan menyusahkan sewaktu penyajian materi berikutnya.
2.  Saat melakukan ice breaking, seorang pelatih harus sudah dapat mendeteksi, (minimal beberapa orang dari peserta sudah masuk dalam memorinya) tentang potensi awal, sikap, sifat dan “karakteristik special” seorang peserta.
3.   Waktu yang disediakan untuk melakukan ice breaking sangat kondisional, tergantung kepada tingkat keleburan peserta. Ada peserta yang mudah lebur dan ada yang sulit lebur, karena perbedaan pendidikan, latar belakang, dll yang sangat signifikan. Oleh karena itu seorang pelatih harus mempunyai beberapa “jurus simpanan” yang harus dikeluarkannya bila peserta sulit mengalami peleburan antara satu dengan yang lainnya.
  1. Menimbulkan kesan positif, seorang pelatih haruslah dipandang oleh peserta dalam pandangan yang positif, baik dari segi pendapat, sikap, sifat dan interaksinya dengan peserta, karena tidak menutup kemungkinan nanti seorang pelatih akan menjadi tempat “curhat” paling dipercaya bagi peserta yang mengalami persoalan-persoalan khusus.

Energizer
Suatu teknik yang digunakan untuk membangkitkan kembali semangat dan perhatian peserta pada materi yang diberikan dalam pelatihan. Dapat dilakukan atau diberikan pada awal, tengah maupun akhir sesi, sesuai kebutuhan. Bentuknya dapat berupa permainan untuk selingan, pemberian tugas ringan, humor, joke, menyanyi, mendengarkan musik, senam ringan, atau bahkan dengan memberikan makanan ringan

Simulasi Ice Breaking dan Energizer
  1. Game/permainan
  2. Studi kasus
  3. Cerita

Subscribe to receive free email updates: