Bab IV : Analisis Etika Pejabat Birokrasi Indonesia

Bab IV
KESIMPULAN
Analisis Etika Pejabat Birokrasi Indonesia

A. Penerapan etika adminitrasi dalam prakteknya terutama dalam administrasi pemerintahan meiliki banyak aspek-aspek yang harus dijalankan dengan sebaik- baiknya, seperti menjalankan asas-asas birokrasi pemerintahan yang baik, dengan mewujudkan peinsip demokratis, keadilan social dan pemerataan serta mewujudkan kesejahteraan umum.

Selain itu dalam upaya penerapan etika administrasi pemerintahan yang baik, perlu adanya aturan-aturan yang dibuat untuk mengatur para birokrat untuk tetap konsisten menjalankan dan mengamalkan etikan yang baik dalam administrasi pemerintah.

Jika dilihat kondisi Indonesia pada saat ini, melalui fakta-fakta yang ada, saat ini masih banyak instansi-instansi pemerintah yang belum mampu menerapkan prinsip etika administrasi yang baik, sekali lagi hal ini tertumpu pada kemauan individu-individu yang berkerja dalam instansi tersebut untuk dapat merubah kebiasaan yang buruk dan mengantinya dengan penerapan etika administrasi yang baik.

B. Asas-asas Birokrasi dalam Good Governance yang tercantum dalam UU No. 28 / 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, yaitu:
1. Asas Kepastian Hukum, 
2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara,
3. Asas Kepentingan Umum, 
4. Asas Keterbukaan, 
5. Asas Proporsionalitas,
6. Asas Profesionalitas, 
7. Asas Akuntabilitas, 

Adapun tambahan dua asas yang tercantum dalam UU No. 32 / 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ketujuh asas diatas ditambah lagi dengan 2 asas yaitu Asas Efektivitas dan Asas Efisiensi.

C. Mal-administrasi merupakan suatu tindakan yang menyimpang dari nilai etika. Secara “psiko-sosiologis”, suatu tindakan yang menyimpang dari nilai adalah disebabkan karena bertemunya faktor “niat atau kemauan” dan “kesempatan”. Jika ada niat untuk melakukan tindakan mal-administrasi, sementara kesempatan tidak ada, maka tindakan mal-administrasi tadi tidak akan terjadi. Sebaliknya, ada kesempatan untuk melakukan korupsi, namun pada dirinya tidak ada niat atau kemauan untuk melakukan mal-administrasi, maka tindakan mal-administrasi juga tidak akan terjadi.

Tidak sedikit pejabat lokal (birokrasi lokal) yang kurang memiliki akuntabilitas yang tinggi dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Akibatnya birokrasi publik pada era reformasi banyak disorot publik. Sorotan itu lebih banyak tertuju pada praktek yang menyimpang (mal-administration) dari etika administrasi negara dalam menjalankan tugas dan tangguna jawabnya. Bentuk mal-administrasi dapat berupa korupsi, kolusi, nepotisme, tidak efisien, dan tidak profesional. Bentuk mal-administrasi pada umumnya lebih berkaitan dengan perilaku individu yang menduduki suatu jabatan hierarkhi, terutama pada tingkat bawah.

Analisis Etika Pejabat Birokrasi Indonesia

BAB III MAKALAH
Analisis Etika Pejabat Birokrasi Indonesia

Berbicara tentang Etika Birokrasi sebenarnya kita berbicara tentang nilai-nilai yang mendasari tindakan Birokrasi atau alat-alat Negara dalam menjalankan tugas-tugasnya. Secara akademis etika birokrasi termasuk etika sosial bersama dengan etika-etika yang lain seperti etika profesi, etika politik, etika lingkungan hidup, kritik ideologi, dan sikap terhadap sesame. Penerapan etika adminitrasi dalam prakteknya terutama dalam administrasi pemerintahan juga meiliki banyak aspek-aspek yang harus dijalankan dengan sebaik- baiknya sejalan dengan asas-asas Birokrasi untuk mencapai Pemerintahan yang baik, , dengan mewujudkan peinsip demokratis, keadilan social dan pemerataan serta mewujudkan kesejahteraan umum.

A. Penerapan Konsep Etika Administrasi dalam Pejabat Pemegang Birokrasi
Tugas dari suatu Birokrasi salah satunya harus sesuai dengan pasal 3 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, tugas Pegawai Negeri, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata, menyelenggarakan tugas negara, menyelenggarakan tugas pemerintahan, dan menyelenggarakan tugas pembangunan. Dalam undang-undang tersebut juga ditegaskan bahwa pegawai negeri harus bebas dari pengaruh golongan dan partai politik.

Etika Birokrasi telah termuat dalam peraturan Kepegawaian yang mengatur para aparat Birokrasi (Pegawai negeri) itu sendiri, yang mana kita tahu bahwa Birokrasi merupakan sebuah organisasi penyelenggara pemerintahan yang terstruktur dari pusat sampai kedaerah dan memiliki jenjang atau tingkatan yang disebut hirarki. Jadi Etika Birokrasi sangat terkait dengan tingkah laku para aparat birokrasi itu sendiri dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Aparat Birokrasi secara kongkrit di negara kita yaitu Pegawai Negeri baik itu Sipil maupun Militer, yang secara Organisatoris dan hirarkis melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing sesuai aturan yang telah ditentukan.

Etika Birokrasi merupakan bagian dari aturan main dalam organisasi Birokrasi atau Pegawai Negeri yang secara structural telah diatur aturan mainnya, dimana kita kenal sebagai Kode Etik Pegawai Negeri, yang telah diatur lewat Undang-undang Kepegawaian. Kode Etik yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) disebut Sapta Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia ( Sapta Prasetya KORPRI) dan dikalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) disebut Sapta Marga. Menanamkan Kode Etik tersebut adalah demi terciptanya Aparat Birokrasi lebih jujur, lebih bertanggung jawab, lebih berdisiplin, dan lebih rajin serta yang terpenting lebih memiliki moral yang baik terhindar dari perbuatan tercela seperti korupsi, kolusi, nepotisme dan lain-lain. Agar tercipta Aparat Birokrasi yang lebih beretika sesuai harapan di atas, maka perlu usaha dan latihan ke arah itu serta penegakkan sangsi yang tegas dan jelas kepada mereka yang melanggar kode Etik atau aturan yang telah ditetapkan.

Perilaku birokrasi terbentuk dari interaksi antara dua variabel, yaitu karakteristik birokrasi dan karakteristik manusia, atau lebih spesifi lagi, struktur dan aktor. Antara karakteristik itu dengan perilaku terdapat hubungan yang sedikit banyak bersifat kausal. Misalnya pada variabel organisasi, hierarki menimbulkan sifat taat bawahan terhadap atasan. Pada variabel manusia, kepentingan atau kebutuhan hidup menuntut imbalan yang memadai dari organisasi. Perilaku birokrasi jauh berbeda jika dipahami dalam hubungan pemerintahan. Hubungan birokratik tidak sama dengan hubungan pemerintahan.

Ketika Birokrasi Pemerintahan bertindak keluar, terjadilah hubungan birokratik pemerintahan, tetapi hubungan ini tidak identik dan tidak analog dengan hubungan birokratik. Dalam banyak hal, yang diperintah dan manusia bukanlah bawahan pemerintah. Bahkan pada saat rakyat berfungsi sebagai pemegang kedaulatan, pemerintah berada di bawahnya. Jika dilihat kondisi Indonesia pada saat ini, melalui fakta-fakta yang ada, saat ini masih banyak instansi-instansi pemerintah yang belum mampu menerapkan prinsip etika administrasi yang baik, sekali lagi hal ini tertumpu pada kemauan individu-individu yang berkerja dalam instansi tersebut untuk dapat merubah kebiasaan yang buruk dan mengantinya dengan penerapan etika administrasi yang baik

B. Asas-asas Birokrasi dalam Good Governance
Terkait dengan Asas-asas Birokrasi dalam Good Governance atau Pemerintah yang baik memiliki pengertian yang berbeda-beda di setiap negara, yang artinya bahwa prinsip-prinsip ini tidak bersifat global. Di negara Indonesia, sebagian besar rakyat Indonesia sepakat bahwa pada era pemerintahan Soekarno berhasil meletakkan dasar Nasionalisme bagi bangsa Indonesia tetapi gagal dalam merumuskan program-program pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Pada masa orde baru rakyat mengalami kemakmuran dengan dilaksanakannya pembangunan ekonomi dan stabilitas nasional, tetapi dalam kenyataannya bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi belum dirasakan merata oleh masyarakat dan stabilitas telah memasung demokrasi/partisipasi rakyat, banyak pelanggaran hak asasi manusia dan menutup akses keterbukaan. Namun terlepass dari pendapat diatas, asas-asas pemerintahan yang baik. Asas-asas Umum Pemerintahan yang baik menurut Wahyudi Kumorotomo dalam buku “Etika Administrasi Negara” adalah:

i. Prinsip Demokrasi
Prinsip demokrasi inni sama seperti berasas kedaulatan rakyat. Asas kedaulatan berarti bahwa rakyat memiliki kekuassaan tertinggi dalam pemerintahan negara, rakyta pula yang menentukan jalannya suatu negara dan pemerintahan. Di dalam sistem pemerintahan yang berasas kedaulatan rakyat, maka kepentingan rakyatlah yang diutamakan karena kepentingan rakyat. Dasar dari konsep demokrasi menyangkut penilaian tentang nilai manusia, martabat manusia, dan kesamaan di hadapan hukum. Demokrasi mendambakan terciptanya suatu sistem kemasyarakatan yang setiap warga negaranya mempunyai kedudukan yang sama dan adil. Oleh karena itu dalam pemerintahan dengan prinsip demokrasi, hendaknya setiap aktivitas birokrasi pemerintahan dalam mewujudkan kepentingan rakyat berjiwa demokrasi, dapat dipertanggungjawabkan, dan efisien. 

ii. Keadilan sosial dan pemerataan
Keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan tercapai apabila tidak terjadi ketimpangan distribusi hasil-hasil pembangunan antarkelompok masyarakat kaya dengan miskin dan antardaerah/wilayah geografis antara perkotaan dengan pedesaan. Oleh karena itu aparat birokrasi agar membuat kebijakan-kebijakan yang dapat menyeimbangkan kebutuhan masyarakat miskin dan masyarakat pedesaan dengan kebutuhan masyarakat kaya dan masyarakat perkotaan. 

iii. Mengusahakan kesejahteraan umum
Setiap aparat birokrasi pemerintah agar mempunyai komitmen yang tulus untuk memperhatikan kesejahteraan kepada rakyat. 

iv. Mewujudkan negara hukum
Indonesia pada daasranya merupakan negara hukum. Maksud dari perwujudan negara hukum adalah aparatur pemerintah bersama dengan seluruh rakyat akan mewujudkan suatu pemerintahan yang dijalankan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Jadi aparat pemerintah dalam melaksanakan tugas pemerintahan harus berdasarkan ketentuan perundang-undangan. 

v. Dinamika dan efisiensi
Dinamika hendaknya diartikan sebagai kemampuan beradaptasi dengan globalisasi suatu organisasi. Maksud dari globalisasi ini adalah adaptasi organisasi yang baik sehingga ia sanggup mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan dapat menelorkan kebijakan-kebijakan yang tepat. Dinamika dalam melaksanakan tugas-tugas negara merupakan prasyarat untuk dapat menciptakan birokrasi pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang berkembang. Di samping itu efisiensi sama diperlukan. Efisiensi dalam hal ini diartikan adalah tetap mengutamakan kepuasan dan kelancaran layanan terhadap publik, tetapi tetap memperhitungkan pemakaian tenaga kerja, prosedur layanan, dan biaya yang dikeluarkan.

Selain itu, asas-asas umum pemerintahan yang baik tercantum juga dalam UU No. 28 / 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, yaitu:
1. Asas Kepastian Hukum, 
Adalah asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, kepatutan, dan keadilan dalam setiap kebijakan Penyelenggara Negara.

2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara,
Adalah asas yang menjadi landasan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengendalian Penyelenggara Negara.

3. Asas Kepentingan Umum, 
Adalah asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.

4. Asas Keterbukaan, 
Adalah asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur, dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak asasi pribadi, dan rahasia negara.

5. Asas Proporsionalitas,
Adalah asas yang mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban Penyelenggara Negara.

6. Asas Profesionalitas, 
Adalah asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

7. Asas Akuntabilitas, 
Adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan Penyelenggara Negara harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Adapun tambahan dua asas yang tercantum dalam UU No. 32 / 2004 tentang Pemerintahan Daerah, ketujuh asas diatas ditambah lagi dengan 2 asas yaitu Asas Efektivitas dan Asas Efisiensi.

C. Implementasi Etika dalam Birokrasi 
Ada beberapa alasan mengapa Etika Birokrasi penting diperhatikan dalam pengembangan pemerintahan yang efisien, tanggap dan akuntabel, salah satunya adalah karena masalah-masalah yang dihadapi oleh birokrasi pemerintah dimasa mendatang akan semakin kompleks. Dalam memecahkan masalah yang berkembang, birokrasi seringkali tidak dihadapkan pada pilihan – pilihan yang jelas seperti baik dan buruk. Para pejabat birokrasi seringkali tidak dihadapkan pada pilihan yang sulit, antara baik dan baik, yang masing – masing memiliki implikasi yang saling berbenturan satu sama lain. Pengembangan etika birokrasi mungkin bisa fungsional terutama dalam memberi “ policy guidance” kepada para pejabat birokrat untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

Alasan lainnya adalah keberhasilan pembangunan yang telah meningkatkan dinamika dan kecepatan perubahan dalam lingkungan birokrasi. Dinamika yang terjadi dalam lingkungan tentunya menuntut kemampuan birokrasi untuk melakukan adjustments agar tetap tanggap terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungannya. Kemampuan untuk bisa melakukan penyesuaian itu menuntut discretionary power yang besar. Penggunaan kekuasaan direksi ini hanya akan dapat dilakukan dengan baik kalau birokrasi memiliki kesadaran dan pemahaman yang tinggi mengenai besarnya kekuasaan yang dimiliki dan implikasi dari penggunaan kekuasaan itu bagi kepentingan masyarakatnya.

Dari alasan-alasan yang sudah diuraikan, sudah jelas bahwa etika Birokrasi sangat dibutuhkan pada saat ini mengingat di Negara kita masyarakat bergantung pula pada Birokrasi tersebut. Para Birokrat juga membutuhkan perubahan sikap perilaku agar dapat dikatakan lebih beretika di dalam melaksanakan tugasnya. Namun dengan alasan perekonomian Pegawai negeri yang minim, atau lebih tepatnya pengawasan yang tidak ketat didalam suatu birokrasi menjadi salah satu penyebab penyimpangan etika.  Salah satunya seperti bentuk korupsi, kolusi, maupun nepotisme atau yang sering kita sebut dengan KKN.

Ketiganya merupakan tindakan yang menyimpang hukum dan biasanya pada kasus-kasus ini terdapat banyak penyimpangan serta penyelewengan pada law enforcement, hal ini sangat besar kemungkinan pada etika adaministrasi negara dalam revitalisasi manajemen pemerintahan dalam rangka upaya penataan ulang pemerintahan Indonesia yang tidak sesuai dengan good governance. Pada kenyataan nya Law enforcement dalam manajemen pemerintahan di Indonesia sangat diabaikan sehingga akan sangat menjadi ancaman bagi manajemen pemerintahan dalam upaya menata ulang manajemen pemerintahan yang sehat dan dapat meminimalisir terjadinya birokatologi dan mal administrasi. Yang mana sebetulnya semua penyelewengan akan mudah diminimalisir, jika prinsip good governance ini dipegang oleh masing-masing birokrasi yang ada.

C.1 Korupsi: Salah Satu Bentuk Kegagalan Etika
Korupsi dapat diartikan sebagai bentuk perbuatan menggunakan barang publik, bisa berupa uang dan jasa, untuk kepentingan memperkaya diri, dan bukan untuk kepentingan publik. Dilihat proses terjadinya perilaku korupsi ini dapat dibedakan ke dalam tiga bentuk, yaitu Graft, Bribery, dan nepotism.

Graft, merupakan korupsi yang bersifat internal. Artinya korupsi yang dilakukan tanpa melihat pihak ketiga. Seperti menggunakan atau atau mengambil barang kantor, uang kantor, jabatan kantor untk kepentingan diri sendiri. Korupsi ini terjadi karena mereka mempunyai kedudukan dan jabatan di kantor tersebut. Dengan wewenangnya, para bawahan tidak dapat menolak permintaan atasannya. Menolak atau mencegah permintaan atasannya dianggap sebagai tindakan yang tidak loyal terhadap atasan.

Bahkan sering terjadi, sebelum atasan minta, bawahan sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh atasan. Misalnya ada seorang pejabat (di daerah) punya hajat mantu, maka segala sesuatu yang diperlukan untuk hajat tersebut telah dicukupi oleh anak buahnya, dan panitia yang dibentukpun sesuai dengan bidang kewenangan masing-masing anak buahnya. Pejabat tersebut sudah tahu “beres” segala sesuatu yang diperlukan untuk kepentingan hajat mantu tersebut. Contoh di atas, merupakan wujud dari tindakan korupsi berupa “grafrt”.


Sementara bribery (penyogokan, penyuapan), merupakan tindakan korupsi yang melibatkan orang lain diluar dirinya (instansinya). Karenanya korupsi ini sering disebut dengan korupsi yang bersifat eksternal. Artinya tindakan korupsi tadi tidak akan terjadi jika tidak ada orang lain, yang melakukan tindakan penyuapan, penyogokan terhadap dirinya. Tindakan pemberian sesuatu (prnyogokan, penyuapan, pelicin), dimaksudkan agar dapat memengaruhi objektivitas dalam membuat keputusan, atau keputusan yang dibuat akan menguntungkan pemberi, penyuap, atau penyogok.

Pemberian sesuatu (penyogok, penyuap, pelicin) dapat berupa uang, materi, tapi bisa juga berupa jasa. Korupsi semacam ini sering terjadi pada dinas/instansi yang mempunyai tugas pelayanan, menerbitkan surat izin, rekomendasi, dan lain sebagainya. Pelayanan yang diberikan seringkali dihambat, tidak lancar, bukan karena sistem dan prosedurnya, tapi karena disengaja oleh oknum birokrat. Sehingga mereka yang berkepentingan, lebih suka melalui calo, atau dengan cara memberi pelicin berupa uang untuk menyuap, menyogok, agar urusannya menjadi lancar.

Sedangkan nepotism, merupakan suatu tindakan korupsi berupa kecendrungan pengambilan keputusan yang tidak berdasarkan pada pertimbangan objektif, rasional, tapi didasarkan atas pertimbangan “nepitis”, “kekerabatan”, sepeti masih teman, keluarga, golongan, pejabat, dan lain sebagainya. Pertimbangan pengambilan keputusan tadi, sering kali untuk kepentingan orang yang membuat keputusan. Mereka akan lebih aman, orang yang berada disekitarnya (anak buahnya) adalah orang-orang yang masih nepotis atau masih kerabat dekat. Jika mereka melakukan tindakan penyimpangan mereka akan aman dan dilindungi.

Korupsi di atas adalah korupsi yang dilihat dari proses terjadinya. Namun dilihatnya dari sifatnya korupsi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu korusi individualis dan korupsi sistemik.

Korupsi individualis, merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh salah satu atau beberapa orang dalam suatu organisasi dan berkembang suatu mekanisme muncul, hilang dan jika ketahuan pelaku korupsi akan terkena hukuman, bisa berupa dijauhi, dicela, disudutkan, dan bahkan diakhiri nasib kariernya. Perilaku korup ini dianggap oleh kelompok (masyarakat) sebagai tindakan yang menyimpang, buruk, dan tercela.

Korupsi sistemik, berbeda dengan korupsi individualisme. Korupsi sistemik merupakan suatu korupsi ketika yang melakukan korupsi adalah sebagian besar (kebanyakan orang) dalam suatu organisasi (melibatkan banyak orang). Dikatakan sistemik, karena tindakan korupsi ini bisa diterima sebagai sesuatu yang wajar/biasa (tidak menyimpang) oleh orang yang berada di sekitarnya dan merupakan bagian dari suatu realita. Jika ketahuan, maka diantara mereka yang terlibat saling melindungi, menutup-nutupi, dan mendukung satu sama lain untuk menyelamatkan orang yang ketahuan tadi. Hal ini disebabkan diantara mereka tidak ingin instansinya tercemar, sehingga walaupun mereka tahu ada tindakan korupsi mereka lebih baik “diam”, daripada mereka akan dikucilkan, dan menjadi saksi dalam perkara atas tindakan korupsi tadi. 

Tempat Wisata : Bandung Kota Wisata

Sejarah Singkat Kota Bandung
Pada mulanya Bandung ditemukan dalam rangka pencarian sumber bahan baku dan bahan untuk perkebunan kopi oleh Abraham Riebeek pada tahun 1712. Akan tetapi perkembangan pesat baru terjadi ketika Ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Krapyak (sekarang Dayeuh Kolot) ke pusat Kota Bandung sekarang pindahnya Kabupaten Bandung ini terjadi pada tahun 1810 setelah selesainya pembangunan jalan raya yang menghubungkan Batavia dengan Bandung melalui Bogor dan Cianjur.

Perpindahan ini menjadi tonggak sejarah berkembangnya Kota Bandung karena saat inilah Bandung menglami metamorfosa dari kampung menuju Kota. Seiring dengan berkembangnya Bandung secara signifikan maka dibangunlah berbagai fasilitas yang dapat mendukung kehidupan dan kemajuan Bandung seperti Gedung Sate, Museum Geologi (diresmikan pada 16 Mei 1929), Museum Pos Indonesia ( diresmikan pada tahun 1931), dll. Kini Bandung telah berkembang menjadi Kota cantik dengan hawa yang sejuk dan menjadi surga untuk berbagai hal. Surga Bangunan Cagar Budaya, Surga Belanja, Surga Makanan, dan Surga untuk para pendatang yang ingin menghabiskan waktu menikmati indahnya senja yang merona.

Kota Bandung :
- Dikelilingi Gunung Berapi Aktif
- Termasuk 10 Besar Pemilik Jumlah Bangunan Berasitektur Art Deco.

Bandung Kota Wisata
Paris Van Java” adalah sebutan bagi Bandung yang diibaratkan sebagai Paris-nya Indonesia. Tak berlebihan rasanya jika Bandung menyandang sebutan ini, bagaimana tidak? Beragam keelokan ditawarkan bagi para pengunjung Bandung. Mulai dari wisata alamnya, wisata buatan, wisata belanja, bahkan mulai dikenal wisata rohani yaitu di daerah Da’arut Tauhid. Dengan wisata alam anda dapat menikmati berbagai keramahan alam yang diperkenalkan dan diperuntukkan untuk anda. Misalnya Taman Hutan Raya Juanda, Curug Dago, Curug Cimahi, dll. Jika wisata belanja yang jadi pilihan anda, mampirlah ke Factory Outlet yang sudah marak dan berada hampir di setiap pojok Bandung. Bahkan kini Factory Outlet ini mulai banyak berkembang menjadi lebih terfokus pada jenis barang tertentu. Selain “Paris Van Java”, Bandung juga mempunyai sebutan-sebutan lain diantaranya: ”Kota Konferensi Asia Afrika” dan “Kota Kembang”.

Penduduk Bandung diberkahi dengan lingkungan alam yang begitu indah, dengan berbagai keragaman kreatifitas masyarakatnya. Kota Bandung terletak bagaikan berada di dasar lengkungan yang dikelilingi oleh barisan pegunungan yang kokoh dengan jumlah pedesaan yang amat banyak. Ini pula yang menjadi kelebihan Bandung, kekayaan budaya yang dari berbagai desa. Dua diantaranya adalah Dago (yang kini sudah menjadi lebur dengan Bandung) dan Lembang ( Desa kecil yang terletak di tengah-tengah perjalanan Bandung-Tangkuban Perahu).

Lembang terkenal dengan kesejukan udaranya dan hasil buminya yang berkualitas baik. Sedangkan Dago, kini mulai marak dengan banyaknya FO dan pusat perbelanjaan. Tempat untuk melihat pertunjukan-pertunjukan seni dan kebudayaan di Dago Tea House. Jika Anda menginginkan suansa wisata berbeda, pilhan dapat jatuh pada wisata rohani dan wisata buku. Wisata rohani dapat anda dapatkan di Da’arut Tauhid, Gegerkalong yang mana memberikan santapan rohani bagi anda yang mencari makna hidup. Jejeran took-toko buku dapat menjadi tempa wisata yang unik. Selain karna potongan harga yang cukup besar, suasana yang hangat, personal, ditawarkan oleh buku independent yang mulai marak berdiri di Bandung misalnya: Ultimus di Jl. Lengkong (depan kampus UNPAS), Rumah Buku di Jl. Kapten Tandean, QB di Jl. Setiabudhi, Das Mutterland di Cihampelas (samping kelom keng), Toko Buku Kecil di Jl. Kyai Gede Utama, Lapak-lapak di sepanjang Ganesha, Malka di Jl. PHH Mustofa, Pasar di Jl. Palasari, dll. Nah, tidak sedikit pilhan wisata yang ditawarkan Bandung kini pilihannya di tangan anda.

Bandung Surga Belanja
“Surga Belanja” itulah julukan yang pas untuk Kota Bandung saat ini. Hamparan tanah parahyangan yang begitu sejuk dan nyaman ditambah kekayaan seni budaya dan kreatifitas masyarakat Bandung dalam bidang mode membuat kota ini semakin cantik jika mendapatkan julukan Surganya Belanja.

Bandung yang terkenal dengan pelopor Factory Outlet, membuat kota ini sangat kaya dengan berbagai nama Factory yang sangat khas. Jika ingin berbelanja di kota ini untuk mencari barang-barang yang mempunyai Brand terkenal cukup datang ke distro-distro yang akhir-akhir ini sudah mulia menjamur.

Belum cukup ke FO dan Distro para wisatawan juga ditawarkan ke berbagai Mall, gerai barang bekas dan pasar yang menjual barang-barang dengan harga grosir. Di Pasar Baru, misalnya pasar yang terletak kurang lebih 200m dari Stasiun Kereta Api Bandung menawarkan berbagai kemudahan, selain transportasi yang mudah, harganya juga cukup terjangkau. Jl. Cihampelas yang sangat terkenal dengan pusat Jeans, saat ini juga biasa dtemui aneka macam barang-barang belanjaan, apalagi saat ini sudah dibangun Ciwalk yang terletak di Jl. Cihampelas, para wisatawan akan semakin mudah untuk beristirahat di tempat ini. Area parkirnya pun juga cukup luas, sehingga membuat kenyamanan dan keamanan acara belanja.

Jika sudah lelah berbelanja kita dapat meniknmati sajian masakan khas Bandung yang bertebaran di sepanjang jalan. Selain di Restoran/Café terkenal, para pedagang yang dipinggiran jalan juga banyak menawarkan makanan yang mempunyai cita rasa tinggi. Para wisatawan juga tidak perlu khawatir dimana harus mendapatakn buah tangan. Di sepanjang Jl. Cihampelas banyak ditemui aneka macam oleh-oleh khas Bandung, bahkan Kartika Sari yang terkenal pisang molennya sudah banyak dijual di kios-kios sepanjang Jl. Cihampelas.

Hal yang sama bisa ditemui pula di sepanjang Jl. Ir.H.Djuanda dan Jl. LL. RE. Martadinata.

Taman Kota dan Lingkungan
Ditengah kesejukan Kota Bandung ternyata juga menyimpan kepedulian dan keramahan. Bagi anda yang ingin beristirahat setelah melakukan perjalanan belanja atau sekedar menenangkan diri sambil menikmati pepohonan di Pusat Kota, taman ini siap melayani anda. Ada beberapa yang biasa dikenal. Taman Cilaki terletak di JL. Cilaki sebelah Gedung Sate memberikan kenyamanan ditengah bisingnya lalu lalang mobil di sepanjang Jl. Dipenogoro. Sambil meniknati pepohonan anda juga bisa mencicipi makanan di sekitar taman yang di jajakan oleh para pedagang kaki lima atau kalau ingin lebih nyaman, anda bisa menikmati makanan ringan di Café Cisangkui sebelah taman.

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani terletak di Jl. Sumatra juga memberikan kenyamanan untuk anda dan keluarga. Di tengah taman yang dipenuhi oleh rerimbunan pohon tersedia juga beberapa mainan anak yang bisa melatih motorik kasar anak.

Taman Balaikota terletak disebelah Balaikota, tepatnya di Jl. Merdeka yang menyimpan beberapa cerita. Ditaman ini ada sebuah patung yang sengaja dibangun untuk mengenang kepahlawanan Dewi Sartika. Ada juga patung Badak yang menurut legenda di Bandung banyak ditemui binatang khas yaitu Badak Putih.

Taman Ganesha terletak di Jl. Ganesha sebalah Mesjid Salman ITB. Taman yang mungil dan kelihatan asri ini sering digunakan oleh mahasiswa ITB karena memang letaknya masih dalam lingkungan kampus ITB. Tata letak taman yang indah, dilengkapi kolam kecil ditengah taman menambah keelokan taman yang mungil ini.

Taman Tegalega terletak di Jl. Tegalega depan Museum Sri Baduga Maharaja. Ditaman ini terdapat monument Bandung Lautan Api yang dikelilingi oleh taman bunga, dan berbagai pepohonan yang ditanam oleh para Kepala Negara dan Kepala pemerintahan juga peserta Konferensi Asia Afrika.

Profil Wisata Bandung
Gedung antik

- Gedung Sate, Jl. Diponegoro

- Gedung Bank Indonesia, Jl. Braga

- Bumi Siliwangi (ISOLA), Jl. Setiabudhi

- Balai Kota, Jl. Merdeka

- Balai Pakuan, Jl. Kebon Kawung

- Pendopo, Jl. Dewi Sartika


Taman
-Taman Hutan Djuanda, Jl. Dago Pakar
-Taman Lalu Lintas Ade Irma S, Jl. Sumatera
-Kebun Binatang, Jl. Tamansari
-Taman Cibeunying, Jl. Cibeunying
-Taman Maluku, Jl. Maluku
-Taman Dewi Sartika, Jl. Merdeka
-Taman Gedung Sate, Jl. Cimandiri
-Taman Ganesha, Jl. Ganesha
-Taman Cilaki, JL. Cilaki
-Taman Alun-alun Bandung, Jl. Asia-Afrika
-Gedung Sate, Jl. Diponegoro

Museum, Monumen dan Jalan-jalan Kota
-Museum Sri Baduga, Jl. BKR No.185
-Museum Konferensi Asia-Afrika, Jl. Asia Afrika
-Museum Geologi, Jl. Diponegoro
-Museum Mandala Wangsit Siliwangi, Jl. Lembong
-Museum POS, Jl. Cilaki
-Monumen Perjuangan Jawa Barat, Jl. Dipati Ukur
-Monumen Bandung Lautan Api, Jl. Tegalega
-Monumen Kereta Api, Jl. Stasiun Timur
-Jalan Cihampelas
-Jalan Dago
-Jalan Braga
-Jalan LL.RE.Martadinata


Profil Wisata Sekitar Bandung

Situ Cimanggu

Ingin berenang di air panas? Tempat ini pilihan yang tepat. Merupakan kolam pemandian didaerah perkebunan teh Ciwidey dan merupakan kolam air panas yang dilengkapi dengan kedai minum, pentas kesenian dan fasilitas kesenian. Situ Cimanggu berada 45km arah selatan kota Bandung.

Waduk Saguling
Tak hanya waduk namun juga terdapat Pemandian air panas Cisameng curug jawa sanghiang tiroko. Waduk ini memanfaatkan salah satu sungai terbesar di Jawa Barat, yaitu sungai Citarum. Waduk Sagulung berada diruas jalan Bandung-Cianjur.

Situ Patenggang
Berada di Ranca Bali 47km dari kota Bandung, kawasan ini merupakan tempat wisata yang sejuk dan dikelilingi perkebunan the.

Situ Cileunca
Situ yang luasnya sekitar 1400 Hektar ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang berpanorama menarik terletak 40km arah selatan kota Bandung temperatur daerah ini berkisar 16-23 derajat celcius.

Situ Ciburuy
Terletak 33km dari arah kota Bandung terkenal dengan alamnya yang khas yaitu bukit-bukit kapur yang menjulang.

Ciater
Tempat pemandian air panas yang bersebelahan dengan gunung Tangkuban Parahu dan dikelilingi oleh perkebunan Teh.

Curug Cisarua
Curug dengan ketinggian 15m berdekatan dengan pasar bunga Cihideung Lembang.

Tangkuban Parahu
Pegunungan dengan pesona kawahnya yang indah dapat dicapai dengan sekitar 1 jam dari pusat kota 25 km arah utara kota Bandung. Begitu sampai bau sulfur yang konon dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit akan menyergap penciuman. Selain kawah utama juga terdapat beberapa kawah kecil lainnya seperti kawah Domas.

Bumi Perkemahan CIKOLE
Bumi Perkemahan Cikole seluas 488 Hektar ini terletak pada ketinggian 1300m diatas permukaan laut. Memiliki fasilitas taman bunga, lapangan, taman area parker dll. Bumi Perkemahan Cikole berada disekitar ruas jalan Bandung-Subang

Bumi Perkemahan Ranca Upas
Komplek Bumi Perkemahan yang berada disekitar tanaman Acalipticus. Berjarak 42 km dari kota Bandung kearah selatan dengan suhu berkisar antara 18-23 derajat celcius. Keberadaan objek wisata ini masih belum banyak dikenal orang,objek wisata punceling,dikunjungi oleh mereka yang senag dengan olahraga jalan kaki,maka tak heran apabila pengunjung yang mendatangi objek ini cenderung berkelompok dan untuk berdarmawisata menikmati keindahan alamnya.

Objek Wisata Kawah Putih
Objek wisata ini belum lama diresmikan untuk dapat dinikmati oleh umum. Sebelumnya Kawah Putih dikenal sebagai daerah tambang belerang, hal ini dapat dilihat dari peninggalan di areal wisata kawah putih, yaitu berupa gua penambangan belerang.

Fasilitas yang tersedia di objek wisata ini masih terbatas, yaitu: Parkir,WC umum,Mushola,dan warung-warung penjual makana ringan dan minuman.Letaknya berada di 44 km arah selatan kota Bandung.

Penangkaran Rusa Ranca Upas
Ranca Upas adalah areal yang disediakan bagi perkemahan. Disamping disiapkan untuk perkemahan, Ranca Upas memiliki areal yang dipergunakan untuk penangkaran rusa.

Pemandian Air Panas Cimanggu
Daerah Ciwidey kaya dengan sumber air panas alam, salah satunya dimanfaatkan oleh PERUM Perhutani sebagai sumber air kolam renang Cimanggu. Objek wisata Cimanggu memiliki fasilitas : Tempat parker luas, Arena bermain anak-anak, Kolam renag air panas alam, MCK dan WC umum, Mushola, dan warung penjual makanan ringan dengan minuman. Letaknya berada di 45 km arah selatan kota Bandung.

Pemandian Air Panas Alam Walini
Seperti halnya Cimanggu,Walini yang pula memanfaatkan melimpahnya sumber air panas alam, menyediakan kolam renang panas. Objek wisata ini berada di lingkungan perkebunan the yang berhawa sejuk na segar tepatnya 46 km arah selatan kota Bandung. Walini memiliki fasilitas : Bungalow, Restoran, Tempat Parkir, WC umum.

Situ Patenggang
Situ Patenggang yang memiliki luas areal 140 ha adalah tempat tujuan utama para pengunjung objek wisata daerah Ciwidey. Terletak diantara perkebunan the Rancabali an kawasan hutan Rancabali tepatnya 47 km arah selatan kota Bandung. Situ Patenggang benar-benar memanfaatkan keindahan alam sebagai daya tariknya. Fasilitas yang tersedia adalah: Bungalow, Sepeda Air, Sampan, Kios-Kios penjual cendramata, makanan, minuman, WC, dan Areal parkir.

Makalah Matematika PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN

Contoh Makalah
MELAKUKAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI DUA ANGKA DALAM PEMECAHAN MASALAH

A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya tidak akan pernah lepas dari matematika.Bukan hanya di sekolah saja kita mempelajari matemetika namun.dalam kehidupanpun matematika sangat penting,dari matematika tingkat dasar hingga yang tersulit sekalipun.

Mata pelajaran matematika perlu diberikan kapada semua peserta didik mulai dari tingkat sekolah dasar, untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama.Ini diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan mengelola dan memanfaatlkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah.

Dalam setiap kesempatan pembelajaran matematika,hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah dengan mengajukan masalah umum,peserta didik secara bertahap dibimbing untuk menguasai konsep matematika.Untuk menungkatkan keefektifan dalam pembelajaran alangkah baiknya jika memanfaatkan Teknologi Informasi dan komunikasi,seperti computer,alat peraga dan media yang lainnya.

B. TUJUAN
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:

1. Siswa dapat melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai dua angka
2. Siswa dapat mengurutkan bilangan dari yang terkecil hingga terbesar
3. Siswa dapat menentukan nilai tempat puluhan dan satuan
4. Siswa dapat menggunakan sifat-sifat operasi dalam penjumlahan dan pengurangan
5. Siswa dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari


BAB II  ISI

A. KAJIAN KURIKULUM
Menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP)

Pembelajaran Matematika SD kelas I Semester II

BILANGAN .....Cari Disini

Manfaat Pembuatan Makalah

Pengertian Makalah adalah merupakan naskah yang sistematik dan utuh yang berupa garis-garis besar (outlines) mengenai suatu masalah, dan ditulis dengan pendekatan satu atau lebih disiplin keilmuan tertentu, baik itu menguraikan pendapat, gagasan maupun pembahasan dalam rangka pemecahan masalah tersebut.

Paper, adalah sebutan khusus untuk makalah di kalangan para akademisi (mahasiswa) dalam kaitannya dengan pembelajaran dan pendidikannya sebelum menyelesaikan jenjang studi (Diploma/S1/S2/S3)

Artikel ilmiah, adalah sebutan khusus untuk makalah yang mengalami variasi dan adaptasi tertentu, yang dipublikasikan melalui suatu jurnal ilmiah atau penerbitan khusus lain, tanpa meninggalkan prinsip dari struktur, format, sistematika dan isi makalah ilmiah.

Manfaat Pembuatan Makalah
  1. Belajar memahami masalah dan mencari solusinya 
  2. Menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari untuk diimplentasikan di lapang 
  3. Membuka pikiran untuk memahami permasalahan di lapang 
  4. Sebagai latihan sebelum membuat tugas skripsi. 
  5. Memahami cara-cara penulisan makalah dengan benar
Selain manfaat diatas, pembuatan sebuah makalah juga bermanfaat untuk merangkum materi-materi dari berbagai sumber dalam bentuk tulisan.

Format dasar dan umum dari makalah dengan sistematika pokok, diantaranya meliptui:
  • Judul
  • Pendahuluan/Latar Belakang Masalah
  • Permasalahan/ Rumusan Masalah
  • Kajian Teori
  • Pembahasan
  • Kesimpulan
  • Saran
  • Penutup
  • Daftar Pustaka
Satu hal yang sangat penting untuk selalu diingat ialah: segeralah menulis di saat permasalahan ditemukan. Kalau permasalahan tersebut tidak segera ditulis akibatnya akan semakin kabur dan lama-lama hilang. Akhirya kegiatan menulis karya ilmiah menjadi terkatung-katung lagi. Alangkah baiknya menginventarisir banyak permasalahan. Dari inventarisasi itu, pilihlah satu atau dua yang memiliki daya tarik paling kuat, kemudian kembangkan dua atau tiga buah topik yang bisa dibahas menjadi sebuah tulisan ilmiah.

Kalau topiknya telah dirumuskan, maka bangunlah kisi-kisi (outline) pembahasannya untuk masing-masing topik. Dari kisi-kisi itu akan kita lahirkan secara detail pembahasan yang bisa mengikuti pendekatan ilmiah seperti yang telah kita kemukakan di muka. Dalam membangun kisi-kisi itu harus memperhatikan alur pikir dan logika yang runtut dan sistematis. Jangan sampai memiliki outline yang logikanya melompat-lompat, apalagi jungkir balik.

Mengenai pengertian Makalah, Paper, dan Artikel Ilmiah tentu banyak yang sudah mengerti dan memahaminya. Bahkan sebagian orang juga ada yang sering membuat makalah, Paper, dan Artikel Ilmiah. Terutama orang-orang yang berada di dunia pendidikan dan bahkan di dunia kerja pun makalah masih sering dibuat. Namun demikian, masih banyak juga yang masih bingung tentang pengertian makalah, Paper, dan Artikel Ilmiah. Maka dari itu, semoga artikel tentang pengertian makalah, Paper, dan Artikel Ilmiah ini dapat membantu dan memberi pengetahuan terutama tentang pengertian makalah, Paper, dan Artikel Ilmiah tersebut.

Contoh Proposal Karya Tulis Ilmiah Resiko Persalinan

Contoh Proposal Karya Tulis Tentang Resiko Persalinan
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar belakang
Melahirkan merupakan puncak peristiwa dari serangkaian proses kehamilan. Oleh karena itu, banyak wanita hamil merasa khawatir, cemas dan gelisah menanti saat kelahiran tiba. Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi yang sempurna. Seperti yang telah diketahui, ada dua cara persalinan yaitu persalinan pervaginam yang lebih dikenal dengan persalinan normal atau alami dan persalinan dengan operasi Caesar dapat disebut juga dengan bedah sesar atau sectio caesaria, yaitu bayi yang dikeluarkan lewat pembedahan perut ( kasdu, 2003 )

Pada masa lalu, melahirkan dengan sectio caesaria menjadi hal yang menakutkan karena berisiko kematian. Oleh karena itu, pembedahan hanya dilakukan jika persalinan normal dapat membahayakan ibu dan janinnya. Seiring dengan berjalannya waktu serta berkembangnya kecanggihan bidang ilmu kedokteran kebidanan, pandangan tersebut kemudian bergeser. Kini sectio caesaria kadang menjadi alternatif persalinan tanpa pertimbangan medis. Bahkan bagi sekelompok orang, sectio caesaria dianggap sebagai alternatif persalinan yang mudah dan nyaman. Anggapan ini membuat mereka memilih persalinan secara sectio caesaria daripada persalinan alamiah, meskipun tanpa indikasi medis. ( kasdu, 2003)

Pengetahuan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang baik tentang sesuatu hal, maka ia akan cenderung mengambil keputusan yang lebih tepat berkaitan dengan masalah tersebut dibandingkan dengan mereka yang pengetahuannya rendah ( permata, 2002 ). Ibu hamil dalam merencanakan proses persalinannya memerlukan suatu informasi yang benar, sehingga ibu mempunyai gambaran tentang kehamilan serta proses persalinan. Dari informasi dan gambran tersebut, diharapkan ibu lebih siap dalam menghadapi proses persalinan manapun. Pengetahuan ibu tentang keadaan kehamilan dan persalinan yang akan dilakukan, memungkinkan untuk mempersiapkan fisik dan mental, sehingga ibu dapat memilih proses persalinan yang tepat dan aman.

Dampak dan risiko kesehatan pasca sectio caesaria ini cukup berarti seperti infeksi, perdarahan, luka pada organ, komplikasi dari obat bius dan kematian ( www. Human Medicine. Com, 2007 ). Lebih dari 85 % sectio caesaria disebabkan karena adanya riwayat sectio caesaria sebelumnya, distosia persalinan, gawat janin dan presentasi bokong. Angka mortalitas ibu pada sectio caesaria elektif adalah 2,8 % sedangkan untuk sectio caesaria emergensi mencapai 30 % ( pangastuti, 2003 )

Menurut Bensons dan Pernolls cit. Adjie ( 2005 ) angka kematian secara sectio caesaria adalah 40-80 tiap 100.000 kelahiran hidup. Angka ini menunjukkan resiko 25 kali lebih besar dibanding persalinan pervaginam. Malahan untuk kasus karena infeksi mempunyai angka 80 kali lebih tinggi dibandingkan persalinan pervaginam. Komplikasi tindakan anestesi sekitar 10 % dari seluruh angka kematian ibu. Frigeletto 1980 melaporkan, di Boston Hospital for women angka kematian ibu nol pada 10.231 kasus. Tetapi mereka juga mengemukakan bahwa angka kesakitan dan kematian lebih tinggi pada persalinan dengan sectio caesaria dibandingkan persalinan pervaginam, karena ada peningkatan resiko yang berhubungan dengan proses persalinan sampai pada keputusan dilakukan sectio caesaria ( www.infoibu.com, 2007 )

I.2. Identifikasi Masalah 

RS Bunda terletak di Jl. Tengger Kandangan Surabaya, RS ini merupakan rumah sakit milik swasta yang menangani berbagai kasus umum termasuk menangani operasi secara sectio caesaria. Ada sekitar 100 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya setiap bulan, ibu hamil yang datang karena ada kelainan dalam kandungannya jumlahnya lebih besar daripada ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya secara normal, itu dikarenakan ada dokter obgyn yang menangani langsung kehamilan abnormal. Mayoritas Pasien yang berkunjung di RS ini bekerja sebagai buruh pabrik dan ibu rumah tangga. Sosial masyarakatnya hampir 100% beragama Islam. Ditinjau dari segi perekonomian masyarakat yang bekerja sebagai buruh pabrik dapat dikatakan golongan ekonomi menengah kebawah, sehingga sangat berpengaruh terhadap tingkat pendidikan juga pengetahuan. Berdasarkan survei awal wawancara yang dilakukan terhadap 10 orang (100%) ibu hamil didapatkan 4 orang (40%) yang tidak mengerti tentang resiko persalinan secara sectio caesaria, 6 ( 60 %) orang mengerti, dari yang mengerti ada 4 orang yang ingin melakukan sectio caesaria karena alasan diluar indikasi medis.

Oleh karena itu maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengetahuan ibu hamil tentang resiko persalinan secara sectio caesaria.

I.3. Rumusan Masalah 

Apakah ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang risiko persalinan dengan keputusan memilih persalinan secara sectio caesaria di RS Bunda Surabaya?

Contoh Karya Ilmiah Tentang Resiko Persalinan ini dapat anda Download DISINI

Contoh Makalah Ilmiah

Syukur Alhamdulillah selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT. atas segala nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga penelitian ilmiah berjudul……ini dapat terselesaikan. Penulis sangat tertarik untuk ikut serta memikirkan masalah lingkungan hidup yang semakin tidak terkendali, khususnya masalah sampah baik secara teknik maupun secara sistemik.

Seiring dengan berkembangnya pembangunan di Indonesia, tidak terasa masalah-masalah lingkungan pun bermunculan, hal ini tentunya tidak dibiarkan demikian saja karena di lain pihak akan menimbulkan dampak yang merugikan. Usaha pemulihan kembali masalah lingkungan memang ada, tetapi usaha itu perlu ditingkatkan lagi, khususnya pada penekanan pengolahan dan sistem yang efektif dan efisien dalam penanganan sampah/limbah yang dihasilkan dari aktivitas kehidupan masyarakat, khususnya dalam menata kembali manajemen operasinya.

Dalam penulisan karya tulis ini, merupakan langkah awal penulis untuk senantiasa peduli dan prihatin dengan permasalahan sampah yang terjadi serta mampu berpikir secara sistemik dalam penanganan sampah dan manajemen operasinya yang semakin menghantui kehidupan manusia. Dan besar harapan penulis, karya tulis ini dapat dijadikan bahan evaluasi dan mendapat tindak lanjut untuk evaluasi pada tahap kegiatan kedepan.

Bekasi, April 2009


Penulis

Bab I Pendahuluan

I.1 Latar Belakang
Hingga saat ini sampah masih menjadi masalah serius diberbagai kota besar di Indonesia. Sistem penanganan sampah kota yang ada sekarang masih mengandalkan pada Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) sebagai tempat pembuangan sampah, mulai dari tingkat rumah tangga hingga kecamatan. Persoalan dalam penanganan sampah kota, selain adanya keterbatasan ruang untuk TPA juga masalah polusi udara dari aroma tidak sedap sampah dan belum optimalnya pemanfaatan sampah organik dan non organik menjadi sesuatu yang memiliki nilai positif baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Selain itu tempat pembuangan sampah yang jauh juga dapat membuat anggaran pengelolaan sampah membengkak, karena semakin jauh semakin besar pula biaya transportasinya.

Karena masalah ini pula penulis mencoba menggali potensi dari sampah organik yang terdapat di pasar untuk diolah menjadi bahan lebih mempunyai manfaat daripada hanya di buang begitu saja dan tidak memberikan dampak positif.

Ide ini di ilhami karena rasa keprihatinan penulis terhadap sampah pasar, khususnya yang terdapat di Pasar Baru Kota Bekasi karena kebetulan dekat dengan sekolah penulis. Setiap pagi setidaknya 60m³ terbuang begitu saja tanpa memberikan manfaat dan parahnya lagi membuat masalah semakin besar Karena pemerintah kota menganggarkan dana yang sangat besar bagi pengelolaan sampah pasar tersebut.

Sebenarnya pengelolaan sampah modern sudah akan di buat tetapi dari sistem pengelolaan ini menurut penulis dapat mematikan mata pencaharian para pemulung karena pada sistem ini sampah organik dan non organik di campur dan di bakar tanpa menyisakan sedikitpun untuk para pengumpul barang bekas. Selain itu metode dengan membakar sampah non organik dapat mengeluarkan polutan yang sangat berbahaya.

Dari beberapa cara pengelolaan secara modern, metode ini lebih efisien karena hanya mengelola limbah organik tanpa “merebut jatah” para pengepul barang bekas. sehingga para pemulung maupun pengepul barang limbah non organik tidak kehilangan mata pencaharian. Berdasarkan penelitian penulis terhadap pengepul barang bekas dalam satu hari dapat mendapatkan penghasilan yang dapat menghidupi keluarganya secara berkecukupan.

Melalui cara ini diharapkan setidaknya masalah persampahan dapat dipecahkan, disamping itu proses daur ulang limbah yang ada dapat bermanfaat untuk bahan baku sektor industri manufaktur (untuk sampah non organik), industri pertanian /agribisnis, maupun untuk penataan pertamanan dan penghijauan kota (untuk sampah organik).

Hasil dari penelitian ini memberikan beberapa manfaat, antara lain :
  • Mengurangi pencemaran lingkungan, baik karena bau sampah maupun karena limbah cair dan padat yang berbahaya.
  • Mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik dan non organik yang berasal dari sampah pasar sehingga memberikan nilai tambah yang lebih berguna.
  • Dapat menjadi contoh kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan.
  • Memanfaatkan limbah non organik untuk didaur ulang kembali sebagai bahan baku industri (plastik, kertas, kaca dsb.), sehingga dalam jangka panjang dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku industri.
  • Limbah organik akan lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi karena mampu menghasilkan alkohol yang dapat di gunakan untuk dijadikan bahan bakar.
  • Di peroleh kompos / pupuk organik dari proses pengeringan yang bermanfaat untuk sektor pertanian yang ramah lingkungan
Walaupun bukan satu-satunya cara dalam menghemat APBD untuk pengelolaan sampah pasar dan dalam rangka menjaga lingkungan, tapi penulis harapkan dapat menjadi salah satu cara dalam menghadapi persoalan yang ada karena sampah yang di hasilkan oleh suatu pasar juga dapat bermanfaat.

I.2 Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah disampaikan, maka identifikasi masalah yang dapat penulis sampaikan antara lain :

a. Masalah sampah pasar yang sangat besar karena menelan dana sangat besar untuk pengelolaanya.
b. Akibat yang ditimbulkan akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik atau sampah yangtidak terangkut.
c. Sistem pengelolaan sampah saat ini yang tidak efisien.
d. Sistem pengelolaan sampah yang baik dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
e. Peluang usaha yang ada dalam mengelola sampah.
f. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
g. Solusi yang dapat mengurangi permasalahan.

I.3 Batasan Masalah

Batasan penelitian ini adalah pemanfaatan limbah organik yang diproses secara fermentasi dan destilasi untuk mendapatkan alkohol, dan proses pengomposan sebagai pupuk. Dalam upaya mengatasi masalah sampah yang semakin hari semakin rumit dalam pengelolaanya maupun dampak buruk bagi lingkungan.

I.4 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah, maka perumusan masalahnya adalah “Metode apa yang dapat dijadikan sebagai solusi atas masalah yang ditimbulkan oleh sampah pasar ?”.

I.5 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan karya tulis ini adalah penyampaian tinjauan pemanfaatkan limbah organik khususnya limbah pasar yang di konversikan menjadi alkohol melalui proses destilasi dan sisa/ampas dari buah dan sayuran yang dapat dijadikan pupuk.

Tujuan dari karya tulis ini adalah untuk menyampaikan gambaran dari proses fermentasi dan destilasi limbah organik sampah pasar, dan diharapkan menjadi salah satu metode untuk mengatasi masalah sampah pasar. Karena masalah yang ditimbulkan oleh sampah banyak sekali dampak negatifnya apabila tidak dikelola dengan benar dan efisien.

I.6 Peralatan Praktikum

Alat yang di gunakan untuk praktikum destilasi limbah organik menjadi alkohol dilaboratorium adalah : 

Labu destilasi, berfungsi sebagai wadah atau tempat suatu campuran zat cair yang akan di destilasi.Terdiri dari :
  1. Labu dasar bulat.
  2. Labu erlenmeyer khusus untuk destilasi atau refluks. 
Steel Head, berfungsi sebagai penyalur uap atau gas yang akan masuk ke alat pendingin (kondensor), dan biasanya labu destilasinya sudah dilengkapi dengan leher yang berfungsi sebagai steel head.

Thermometer, biasanya digunkan untuk mengukur suhu uap zat cair yang didestilasi selama proses destilasi berlangsung, dan seringnya thermometer yang digunakan harus, 
  1. Berskala suhu tinggi yang diatas titik didih zat cair yang akan didestilasi. 
  2. Ditempatkan pada labu destilasi atau steel head dengan ujung atas reservoir HE sejajar dengan pipa penyalur uap ke kondensor. 
Kondensor, memiliki 2 celah, yaitu celah masuk dan celah keluar, yaitu Untuk aliran uap hasil reaksi dan lubang untuk air pendingin. 

Labu didih, biasanya selalu berasa atau keset, yang berfungsi untuk sebagai wadah sampel. Contohnya untuk memisahkan alkohol dan air.

Memiliki 2 celah, yaitu celah masuk dan celah keluar. 

Pipa dalam = pipa destilasi 

Adaptor (Recervoir Adaptor), berfungsi untuk menyalurkan hasil destilasi yang sudah terkondisi untuk disalurkan ke penampung yang telah tersedia.

I.7 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu, memberikan gambaran tentang pengelolaan sampah pasar yang didestilasi menjadi alkohol dan pupuk tanaman, sehingga limbah/sampah tetap dapat memberikan manfaat dan dengan metode ini, penulis yakin dapat menekan dana untuk anggaran pengelolaan sampah pasar. Selain itu dapat membiasakan masyarakat untuk mengelola limbahnya sendiri dan menerapkan secara langsung dan mudah proses 3R. SELENGKAPNYA TETANG CONTOH MAKALAH ILMIAH DOWNLOAD DISINI.